Explore Zona Dewasa

Cerita Sex Berbagi Istri Saat Reuni Pemandian 1

Biodataviral.comData survey yang telah kuolah hampir sembilan puluh persen selesai. Aku tinggal memberikan beberapa ulasan saja yang menurutku tak terlalu banyak membutuhkan waktu. Jadi tak perlu harus kuselesaikan sekarang. Aku pingin istirahat dulu. Kelelahanku harus kubayar.

Ada dua hari dua malam ini aku santai-santai saja. Kegiatanku cuma jalan-jalan, nonton dan makan-makan. Pokoknya yang ringan dan santai. Yang agak ‘berat’ adalah waktu aku mau pesiar ke Tondano. Aku bermaksud meminjam mobil Pak Gun, tapi yang bersangkutan ternyata malah menawarkan diri untuk sekalian menemaniku ke sana. Kebetulan. Kami akhirnya berangkat berdua.


Usai jalan-jalan, putar-putar dan cari makan, Pak Gun sempat membisikiku sebuah ide nakal: booking kamar di salah satu hotel. Aku setuju saja. Dan kami pun lalu menghabiskan waktu untuk bermain cinta di sana. Pulangnya agak kemalaman.

“Bobo’ yang nyenyak, ya” kata Pak Gunawan sambil tersenyum begitu aku turun dari mobil sesampai di depan paviliunku. Aku hanya ketawa ringan menanggapi kalimatnya yang sebenarnya ingin meledekku saja. Tadi aku memang agak kewalahan menghadapi hasratnya yang katanya sudah seminggu tak tersalurkan (katanya, lagi ‘perang dingin’ dengan istrinya).

Aku langsung mandi, terus tidur. Paginya (sebenarnya sudah agak siang) baru terbangun ketika aku mendengar dering telepon. Nada deringnya sepertinya bukan berasal dari luar. Dan ternyata memang dari pos penjagaan. Ada tamu menungguku, kata Satpam di sana. Siapa?

Aku segera cuci muka, ganti pakaian dan bergegas keluar. Di dalam pos penjagaan kulihat bayangan dua orang sedang berbincang. Tampak bayangan Satpam sedang menunjuk-nunjuk keluar dan yang seorang lagi hanya tampak bayangan punggungnya. Kedatanganku ke arah pos penjagaan tampaknya disadari oleh mereka. Karena begitu langkahku kurang tiga meter lagi ke arah mereka, yang seorang lagi-tampaknya dialah si tamu itu-bergegas keluar dan berdiri di depan pos penjagaan. Seorang laki-laki bertubuh tegap dengan kumis dan berewok yang tampaknya sengaja dipiara.

Aku hampir meneruskan langkah, ketika dalam hitungan detik baru kusadari bahwa orang itu adalah Bahar!



Langkahku langsung seperti terkunci. Aku diam mematung. Begitu juga Bahar. Dia hanya memandangku dengan pandangan yang sulit kumengerti. Ada beberapa saat rasanya waktu seperti membeku. Sampai akhirnya aku tersadar bahwa ia adalah tamuku dan harus kusambut.

Kujabat tangannya begitu sampai di hadapannya, “Apa kabar Bang? Kapan datang?”
“Kemarin siang,” jawabnya pendek
“Kok nggak nelpon dulu?”
“Buat apa?” Lanjut baca!

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cerita Sex Berbagi Istri Saat Reuni Pemandian 1"

Posting Komentar